Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Suara dari Kampus Hijau Mataram "Sistem Bermasalah, Tapi Mahasiswa yang Dikorbankan"

Gambar
sumber foto : abang ganteng Di bawah langit Kampus Hijau Mataram yang biasanya tenang dan bersahaja, suasana justru penuh kegelisahan. Bukan karena materi ujian yang sulit, bukan pula karena kesiapan mental yang goyah. Tapi karena satu hal yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal sistem pembayaran kuliah yang error. Ya, di hari pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), sistem payment yang menjadi pintu utama pembayaran SPP mengalami gangguan. Mahasiswa mencoba masuk berkali-kali, memverifikasi, menunggu notifikasi, tapi semua nihil. Tidak bisa membayar, tidak bisa mengakses. Dan yang lebih menyakitkan, mereka justru ditekan oleh aturan: "Jika belum lunas, tidak boleh ikut ujian." Bukankah ini seperti menendang orang yang sedang jatuh? Beberapa dosen tetap bergeming. "Aturan tetap aturan," katanya. Tapi siapa yang berani bersuara ketika yang salah bukan mahasiswa? Ketika sistem kampus yang error, mengapa mahasiswa yang diminta menanggung resikonya sendirian? Mari k...

MEMBACA BISA BERAKIBAT FATAL BAGI OTAK ?

Gambar
  sumber foto : kos biru Simak penjelasanya dibawah ini “Menulis adalah berpikir” itu suatu ungkapan yg melatar belakangi tulisanku ini. Sebenarnya apa sih yg penting dari menulis ? bukannya itu hal biasa yg semua orang bisa melakukannya ? lalu kenapa harus menulis ? simpan pertanyaan ini dan sampaikan jawabanya padaku ketika kita berjumpa.      Ada satu kisah disebuah kelas kuliah : beberapa mahasiswa tengah berdiskusi dengan dosennya, salah seorang bertanya “sebenarnya konsep kebebasan itu gimana sih ? kok bisa ada lagi batasan, kan agak bingung jadinya.” Lantaran sang dosen diawal memberikan penjelasan sekurang-kurangnya begini “kita semua memiliki hak dan kebebasan dalam hal apapun tetapi jangan sampai menggangu hak dan kebebasan orang lain”. Padalah penggunaan kata “jangan” itu sudah membatasi hak dan kebebasan. Bukankah bebas itu tak ada batasan ? jadi kamu bisa semaumu melakukan apapun, bukankah begitu ?      Pertanyaan terus dilontarkan ol...