FANATIK BUTA MAHASISWA Kampus yang mestinya menjadi taman ilmu, tempat logika tumbuh dan gagasan beradu secara santun, tiba-tiba berubah menjadi arena perebutan simbol. Tidak lagi bicara nilai, tidak bicara ide; hanya siapa paling berhak berdiri di bawah warna tertentu. Betapa murahan bentuk perjuangan itu. Mahasiswa yang dahulu menulis sejarah dengan darah dan pikiran, kini terjebak memperdebat soal wilayah dan pengibaran kain, seolah selembar simbol lebih berharga daripada makna yang dikandungnya. Mereka mengaku menjaga kehormatan, padahal yang sedang mereka rawat adalah ego yang tak ingin diusik. Beginilah wajah fanatisme modern, tidak membawa pedang tapi membawa klaim suci atas ruang publik. Tidak menumpahkan darah, tapi menumpahkan logika. Ia berwujud manis dalam kalimat "menjaga identitas", padahal sesungguhnya sedang membunuh rasionalitas perlahan-lahan. Apa yang lebih menyedihkan dari mahasiswa yang kehilangan daya pikir, ...
Postingan
Menampilkan postingan dari Oktober, 2025