Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

REPRESI DI DEPAN KANTOR WALI KOTA MATARAM: SUARA RAKYAT PESISIR DIGEBUK, KEADILAN DIABAIKAN

Gambar
    gambar visual AI   Hari ini Rabu, 14 mei 2025 menjadi catatan kelam bagi kebebasan menyampaikan pendapat di Kota Mataram. Sebuah video yang diunggah oleh akun Pono Theis mengungkap tindakan represif terhadap masyarakat Pondok Perasi, Pesisir Pantai Ampenan, yang tengah melakukan aksi damai di depan Kantor Wali Kota Mataram.   Masyarakat ini bukan tanpa alasan turun ke jalan. Sejak tahun 2020, mereka menjadi korban penggusuran paksa atas nama pembangunan. Hingga kini, hak-hak mereka belum dipulihkan. Tanpa rumah, tanpa kompensasi yang layak, dan tanpa kejelasan masa depan. Mereka terus berjuang untuk mempertahankan ruang hidup yang telah dirampas.    Dalam video yang beredar, seorang pemuda yang tengah berorasi untuk membela masyarakat tiba-tiba ditarik dan dianiaya oleh aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, dan petugas keamanan lainnya. Aksi damai berubah menjadi kekacauan sepihak oleh kekuasaan yang panik mendengar suara rakyat. ...

SEORANG NENEK BERLUMURAN DARAH DI ANIYAYA MASA, HANYA KARENA SEGENGGAM BAWANG

Gambar
Penulis : Wirach sumber foto : faktaIndo      Insiden ini terjadi pada hari Selasa (7/5/2025) sekitar pukul 15.30 WIB ,  dan sempat terekam oleh kamera warga yang kemudian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak perempuan lanjut usia tersebut dipukuli hingga wajah dan bajunya berlumuran darah. Ia terlihat berusaha berjalan dengan lemas, diiringi teriakan dan umpatan dari beberapa warga sekitar.      Di sudut pasar di Boyolali, seorang perempuan tua berjalan tertatih dan membungkuk. Kain lusuh yang menutupi tubuhnya tak cukup melindungi dari dingin angin sore, apalagi dari pandangan curiga orang-orang yang mengamatinya. Di tangannya tergenggam beberapa siung bawang merah,bumbu dapur sederhana yang di banyak rumah dianggap sepele, namun baginya mungkin satu-satunya jalan untuk menyambung hari.  Tak ada siapa pun di sisinya. Tak ada anak yang menggandeng tangannya, tak ada kerabat yang menanyakan kabarnya. Yang ada hanya tubuh renta y...