Postingan

Gambar
  FANATIK BUTA MAHASISWA       Kampus yang mestinya menjadi taman ilmu, tempat logika tumbuh dan gagasan beradu secara santun, tiba-tiba berubah menjadi arena perebutan simbol. Tidak lagi bicara nilai, tidak bicara ide; hanya siapa paling berhak berdiri di bawah warna tertentu. Betapa murahan bentuk perjuangan itu. Mahasiswa yang dahulu menulis sejarah dengan darah dan pikiran, kini terjebak memperdebat soal wilayah dan pengibaran kain, seolah selembar simbol lebih berharga daripada makna yang dikandungnya. Mereka mengaku menjaga kehormatan, padahal yang sedang mereka rawat adalah ego yang tak ingin diusik.      Beginilah wajah fanatisme modern, tidak membawa pedang tapi membawa klaim suci atas ruang publik. Tidak menumpahkan darah, tapi menumpahkan logika. Ia berwujud manis dalam kalimat "menjaga identitas", padahal sesungguhnya sedang membunuh rasionalitas perlahan-lahan. Apa yang lebih menyedihkan dari mahasiswa yang kehilangan daya pikir, ...

DI LEMA PENDIDIKAN UTOPIS

Gambar
  sumber foto : yakuza pagesangan      Lembaga pendidikan idealnya menjadi tempat suci untuk mendidik dan melindungi peserta didik, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun dalam praktiknya, lembaga ini justru sering menjadi tempat lahir dan tumbuhnya predator seksual. Kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual kerap terjadi di ruang-ruang kelas, asrama, bahkan ruang pembinaan, memperlihatkan adanya kegagalan sistemik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.      Fenomena ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi lahir dari kombinasi antara relasi kuasa yang timpang, budaya diam, dan sistem pelaporan yang lemah. Guru atau dosen yang memiliki otoritas mutlak sering menyalahgunakan kedudukannya tanpa pengawasan berarti. Ketika tidak ada mekanisme pengaduan yang ramah korban, pelaku merasa aman dan kebal hukum, sementara korban memilih diam karena takut dan malu.      Undang-undang ...

Suara dari Kampus Hijau Mataram "Sistem Bermasalah, Tapi Mahasiswa yang Dikorbankan"

Gambar
sumber foto : abang ganteng Di bawah langit Kampus Hijau Mataram yang biasanya tenang dan bersahaja, suasana justru penuh kegelisahan. Bukan karena materi ujian yang sulit, bukan pula karena kesiapan mental yang goyah. Tapi karena satu hal yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal sistem pembayaran kuliah yang error. Ya, di hari pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), sistem payment yang menjadi pintu utama pembayaran SPP mengalami gangguan. Mahasiswa mencoba masuk berkali-kali, memverifikasi, menunggu notifikasi, tapi semua nihil. Tidak bisa membayar, tidak bisa mengakses. Dan yang lebih menyakitkan, mereka justru ditekan oleh aturan: "Jika belum lunas, tidak boleh ikut ujian." Bukankah ini seperti menendang orang yang sedang jatuh? Beberapa dosen tetap bergeming. "Aturan tetap aturan," katanya. Tapi siapa yang berani bersuara ketika yang salah bukan mahasiswa? Ketika sistem kampus yang error, mengapa mahasiswa yang diminta menanggung resikonya sendirian? Mari k...

MEMBACA BISA BERAKIBAT FATAL BAGI OTAK ?

Gambar
  sumber foto : kos biru Simak penjelasanya dibawah ini “Menulis adalah berpikir” itu suatu ungkapan yg melatar belakangi tulisanku ini. Sebenarnya apa sih yg penting dari menulis ? bukannya itu hal biasa yg semua orang bisa melakukannya ? lalu kenapa harus menulis ? simpan pertanyaan ini dan sampaikan jawabanya padaku ketika kita berjumpa.      Ada satu kisah disebuah kelas kuliah : beberapa mahasiswa tengah berdiskusi dengan dosennya, salah seorang bertanya “sebenarnya konsep kebebasan itu gimana sih ? kok bisa ada lagi batasan, kan agak bingung jadinya.” Lantaran sang dosen diawal memberikan penjelasan sekurang-kurangnya begini “kita semua memiliki hak dan kebebasan dalam hal apapun tetapi jangan sampai menggangu hak dan kebebasan orang lain”. Padalah penggunaan kata “jangan” itu sudah membatasi hak dan kebebasan. Bukankah bebas itu tak ada batasan ? jadi kamu bisa semaumu melakukan apapun, bukankah begitu ?      Pertanyaan terus dilontarkan ol...

REPRESI DI DEPAN KANTOR WALI KOTA MATARAM: SUARA RAKYAT PESISIR DIGEBUK, KEADILAN DIABAIKAN

Gambar
    gambar visual AI   Hari ini Rabu, 14 mei 2025 menjadi catatan kelam bagi kebebasan menyampaikan pendapat di Kota Mataram. Sebuah video yang diunggah oleh akun Pono Theis mengungkap tindakan represif terhadap masyarakat Pondok Perasi, Pesisir Pantai Ampenan, yang tengah melakukan aksi damai di depan Kantor Wali Kota Mataram.   Masyarakat ini bukan tanpa alasan turun ke jalan. Sejak tahun 2020, mereka menjadi korban penggusuran paksa atas nama pembangunan. Hingga kini, hak-hak mereka belum dipulihkan. Tanpa rumah, tanpa kompensasi yang layak, dan tanpa kejelasan masa depan. Mereka terus berjuang untuk mempertahankan ruang hidup yang telah dirampas.    Dalam video yang beredar, seorang pemuda yang tengah berorasi untuk membela masyarakat tiba-tiba ditarik dan dianiaya oleh aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, dan petugas keamanan lainnya. Aksi damai berubah menjadi kekacauan sepihak oleh kekuasaan yang panik mendengar suara rakyat. ...

SEORANG NENEK BERLUMURAN DARAH DI ANIYAYA MASA, HANYA KARENA SEGENGGAM BAWANG

Gambar
Penulis : Wirach sumber foto : faktaIndo      Insiden ini terjadi pada hari Selasa (7/5/2025) sekitar pukul 15.30 WIB ,  dan sempat terekam oleh kamera warga yang kemudian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak perempuan lanjut usia tersebut dipukuli hingga wajah dan bajunya berlumuran darah. Ia terlihat berusaha berjalan dengan lemas, diiringi teriakan dan umpatan dari beberapa warga sekitar.      Di sudut pasar di Boyolali, seorang perempuan tua berjalan tertatih dan membungkuk. Kain lusuh yang menutupi tubuhnya tak cukup melindungi dari dingin angin sore, apalagi dari pandangan curiga orang-orang yang mengamatinya. Di tangannya tergenggam beberapa siung bawang merah,bumbu dapur sederhana yang di banyak rumah dianggap sepele, namun baginya mungkin satu-satunya jalan untuk menyambung hari.  Tak ada siapa pun di sisinya. Tak ada anak yang menggandeng tangannya, tak ada kerabat yang menanyakan kabarnya. Yang ada hanya tubuh renta y...